Artikel lainnya

KH Hasyim Muzadi Berpulang ke Rahmatullah

Innalillahi Wainna Ilaihi Raaji’un. Telah dipanggil Allah Subhanahu Wata’ala, KH. Hasyim Muzadi, mantan Ketum PBNU 1999-2010 hari Kamis, 16 Maret 2017,  pada pukul 6.15 WIB.

Kabar ini kepergian Kiai Hasyim, demikian akrab disapa disampaikan beberapa rekan dan sahabat dekatnya melalui twitter dan melalui media sosial.

"Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah," tulis Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam akun twitternya  @lukmansaifuddin.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kullu nafsin dzaiqotul maut. Lahu ma akhodz wa lahu ma a’tho. Telah meninggal dunia KH Ahmad Hasyim Muzadi, ghafarallahu lahu, pada pagi ini, hari Kamis, 16 Maret 2017 pada pukul 6.15 WIB.

Jenazah, Insya Allah akan diberangkatkan ke Pesantren Al Hikam Depok dari Malang ba’da Dzuhur hari ini, dan akan dishalatkan di Masjid
Al Hikam setibanya di pesantren,” demikian pengumuman di grup Pengurus MUI se-Jawa Timur mengutip Ustad Yusron Shidqi, putra Kiai Hasyim.

“Innã lillãhi wainnã ilaihi rãji’űn. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketum PBNU, KH. Hasyim Muzadi. Semoga husnul Khãtimah,” tulis KH Mustofa Bisri dalam aku @gusmusgusmu, Kamis (16/03/2017).



KH Hasyim Muzadi wafat di usia 72 tahun di kediamannya di Kompleks Ponpes Al Hikam Malang, Jawa Timur.

Sebelum ini, KH Hasyim sempat dirawat di RS Lavalette, Malang. Hari Senin (13/03/2017) Kiai Hasyim sudah keluar dari Rumah Sakit Lavalette Malang dan kembali ke kediamannya, meski dokter menyarankan untuk menginap di RS.

Anggota Watimpres itu akhirnya menjalani masa pemulihan di  kediamannya agar lebih dekat dengan santri-santrinya.

Sehari sebelumnya, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana menjenguk Kiai Hasyim di kediamannya, Kompleks Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur.*


DR. KH ACHMAD HASYIM MUZADY,*

(Mantan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, mantan Ketua umum Tanfidziyah PBNU, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Presiden WCRP Sedunia)

Semoga Husnul Khotimah, keluarga yg ditinggal diberikan kekuatan kesehatan  kesabaran dan ketabahan. Serta kita semua diberikan kekuatan untuk bisa melanjutkan perjuangan beliau menggerakkan umat muslim khususnya kaum nahdliyin  untuk terus berjuang utk kebesaran NU.. Amiin....


Biografi Kiai Haji Hasyim Muzadi

Nama: KH Achmad Hasyim Muzadi
Lahir: Bangilan, Tuban, 8 Agustus 1944

Jabatan:
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (1999-2004 dan 2004-2009)

Pengalaman Penting:
Calon Wakil Presiden Pemilu 2004

Istri: Hj. Mutammimah
Anak: Enam orang (3 putra dan 3 putri)
Ayah: H. Muzadi
Ibu: Hj. Rumyati

Pendidikan:
– Madrasah lbtidaiyah Tuban-Jawa Timur 1950-1953
– SD Tuban-Jawa Timur 1954-1955
– SMPN I Tuban-Jawa Timur 1955-1956
– KMI Gontor, Ponorogo-Jawa Timur 1956-1962
– PP Senori, Tuban-Jawa Timur 1963
– PP Lasem-Jawa Tengah 1963
– IAIN Malang-Jawa Timur 1964-1969
– Bahasa 1972-1982
Kemampuan Bahasa:
Indonesia, Arab, Inggris

Pengalaman Karir:

– Membuka Pesantren Al-Hikam di Jalan Cengger Ayam, Kodya Malang
– Anggota DPRD Kotamadya Malang dari PPP
– Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Malang
– Anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur 1986-1987

Organisasi:
– Ketua Ranting NU Bululawang-Malang, 1964
– Ketua Anak Cabang GP Ansor Bululawang-Malang 1965
– Ketua Cabang PMII Malang 1966
– Ketua KAMI Malang 1966
– Ketua Cabang GP Ansor Malang 1967-1971
– Wakil Ketua PCNU Malang 1971-1973
– Ketua DPC PPP Malang 1973-1977
– Ketua PCNU Malang 1973-1977
– Ketua PW GP Ansor Jawa Timur 1983-1987
– Ketua PP GP Ansor 1987-1991
– Sekretaris PWNU Jawa Timur 1987-1988
– Wakil Ketua PWNU Jawa Timur 1988-1992
– Ketua PWNU Jawa Timur 1992-1999
– Ketua Umum PBNU 1999-2004
– Ketua Umum PBNU 2004-2009

Legislatif:
– Anggota DPRD Tingkat II Malang-Jawa Timur
Publikasi:
– Membangun NU Pasca Gus Dur, Grasindo, Jakarta, 1999.
– NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa, Logo, Jakarta, 1999.
– Menyembuhkan Luka NU, Jakarta, Logos, 2002.

Alamat:
Ponpes Mahasiswa Al Hikam, Malang


Jumrah Online | Jumrah.com 

Hasil Munas Amphuri Ingin Hapus Biaya Visa Tambahan

Hasil Munas Amphuri: Hapus Biaya Visa Tambahan
Hasil Musyawarah Nasional (Munas) IV Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI) adalah meminta Kemenag dan pemerintah untuk menolak pengenaan biaya tambahan oleh pemerintah Arab Saudi sebesar 2.000 riyal.

Biaya ini dikenakan kepada pemerintah jamaah yang pernah melaksanakan ibadah umrah dan haji.

"Kenaikan visa umrah 2.000 riyal memang berdampak pada berkurangnya peminat, tetapi secara signifikan kami berharap dampak penurunannya tidak terjadi," jelas Ketua Umum Amphuri Joko Asmoro dia di Hotel Rancamaya, Bogor, (2/11).

Joko berharap masyarakat memahami bahwa kenaikan visa bukan merupakan kebijakan dari penyelenggara tetapi dari pemerintah Arab Saudi. Apalagi penyelenggara haji dan umrah merasa lebih berat dengan kenaikan biaya visa untuk pengguna multiple

"Pengguna visa multiple adalah petugas dan pembimbing dan dikenakan biaya visa lebih mahal," jelas dia. 

Jika aturan ini tidak dihapus memang mau tidak mau mereka tetap harus mematuhinya. Lagipula ini bukan hanya ditetapkan untuk Indonesia saja tetapi juga seluruh dunia diberlakukan sama. 

Meski terjadi kenaikan harga visa, Joko optimis keinginan masyarakat untuk melaksanakan umrah masih begitu besar. Dalam penerapannya pun nantinya harga paket umrah akan terpisah dengan biaya visa. 

Ini karena penetapan biaya visa berlaku untuk mereka yang telah menjalankan ibadah haji dan umrah. "Harga paket umrah akan tetap seperti biasa, hanya saja ada tambahan biaya visa untuk mereka yang pernah berhaji dan umrah,"jelas dia. 

Sebelumnya keempat asosiasi yang tergabung dalam Perhimpunan Asosiasi Travel Umrah dan Haji (PATUH) telah melayangkan surat kepada pemerintah untuk mempertimbangkan aturan ini. 

Tahun 2016 ini jumlah jamaah umrah yang telah diberangkatkan oleh seluruh travel resmi sebanyak 699.800. Untuk tahun depan Amphuri tidak ada target khusus untuk jumlah jamaah umrah, hanya saja Amphuri berharap dapat melayani jamaah dengan sebaik-baiknya dan tidak ada lagi travel nakal yang menelantarkan jamaah.*

republika.co.id

Sosialisasi Proses Pemvisaan Akhir Jamaah Umrah

Sosialisasi Proses Pemvisaan Akhir
Telah diterbitkan Surat Edaran Proses Pemvisaan Akhir di awal November ini, lansiran dari Surat Edaran Proses Pemvisaan Akhir tersebut untuk disosialisasikan kepada perusahaan PPIU dan PIHK.

(Simak juga : Hasil Munas Amphuri Ingin Hapus Biaya Visa Tambahan)

Dalam surat edaran tersebut disampaikan sebagai berikut;

1) Sehubungan dengan Proses Akhir Pemvisaan melalui 4 Asosiasi telah sepakat untuk menetapkan biaya operasional sebesar USD. 15,- per visa.

2) Sesuai dengan ketentuan dari pemerintah Saudi Arabia bagi calon Jemaah Umrah yang pernah melaksanakan umrah dalam 3 tahun terakhir akan dikenakan biaya tambahan sebesar SAR 2,000,- per Jemaah. 

Berikut lampiran salinan Surat Edaran Proses Pemvisaan Akhir tersebut.


International Islamic Expo 2016 oleh Anggito Abimanyu

International Islamic Expo 2016 oleh Anggito Abimanyu
International Islamic Expo (IIE) 2016 kembali digelar di Assembly Hall JCC Senayan, Jakarta. Ajang pemeran Biro Perjalanan Haji Khusus dan Umrah dan keuangan syariah ini akan berlangsung pada 28-30 Oktober 2016.

Sebanyak 135 peserta yang merupakan gabungan dari travel agen wisata islam, maskapai penerbangan dan hotel dari dalam dan luar negeri meramaikan International Islamic Expo 2016 ini.



IIE 2016 juga menghadirkan banyak bank-bank syariah yang menawarkan banyak produk untuk membiayai haji khusus dan umrah serta pembiayaan untuk keuangan syariah lainnya seperti Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, dan BNI Syariah.


Empat maskapai terbesar yang biasa melayani penerbangan haji, yakni Garuda Indonesia, Emirates, Etihad, dan Qatar Airways ikut hadir guna menawarkan berbagai promo menarik.

Ketua Panitia IIE 2016 Anggito Abimanyu mengungkapkan, tujuan digelarnya event yang sudah memasuki edisi ke-12 itu adalah untuk mempertemukan buyer dan sales di industri perjalanan haji khusus dan umrah serta Islamic Tourism.

Ada banyak penawaran paket haji khusus yang cukup menarik dari biro perjalanan haji. Kami juga mengundang otoritas dari Kementerian Keuangan, Dirjen Imigrasi, Kementerian Agama, MUI, dan Asosiasi untuk menjelaskan berbagai macam kegiatan dan kebijakan mengenai haji khusus, umrah, wisata, dan keuangan syariah, ungkap Anggito dalam sambutannya saat meresmikan pembukaan IIE 2016, di Assembly Hall JCC Senayan, (28/10).

Menurut Anggito, yang juga Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), International Islamic Expo 2016 ini untuk pertama kalinya digelar bersama dengan ISEI. “Selain menghadirkan promo, IIE 2016 menggelar pelatihan workshop keuangan syariah, serta mengundang LPPOM MUI untuk menjelaskan mengenai dana dakwah dan juga produk halal yang sekarang cukup populer menjadi ladang bisnis dan juga ladang amal untuk pelaku bisnis syariah,” ujar Anggito.

Anggito menambahkan, daya tarik utama dari pameran IIE 2016 ini memang ada di berbagai macam paket haji dan umrah. “Mereka memberikan discount dan doorprize yang cukup menarik. Tahun ini untuk pertama kalinya IIE juga mengundang bintang tamu spesial yang akan memberikan hiburan seperti Fadli Padi, Fathin Sidqia, Rossa, dan Bunga Citra Lestari,” beber Anggito seraya menambahkan IIE ini menargetkan pengunjung 25 ribu hingga 30 ribu dengan nilai transaksi di atas Rp22 milyar.

Provided by Erwin E Ananto | Jumrah Online 

Bisnis Travel Haji Banjir Peminat Omzet Meningkat

Bisnis Travel Haji Banjir Peminat Omzet Meningkat
International Islamic Expo 2016 baru saja digelar. Pameran yang digelar sepanjang tiga hari ini mulai Jumat, 28 Oktober sampai dengan 30 Oktober 2016, membawa berkah bagi biro perjalanan umrah dan haji.

Mayoritas biro-biro tersebut menyebut ada peningkatan pengunjung yang ingin menggunakan biro perjalanan mereka. Peningkatan cukup lumayan besar setidaknya dialami biro perjalanan Al Hijaz Tour and Travel dan Al Malik.

"Peningkatannya lumayan, sih. Ada 20 persen,” kata Direktur Operasional Al Hijaz Tour,  Dwi Puji Astuti di Jakarta Conventional Center, Jakarta,  Senin 31 Oktober 2016.

Sementara itu, perwakilan Al Malik, Imam, mengatakan jumlah pengunjung selama pameran IIE 2016 meningkat sekitar 10-20 persen.

“Dampaknya (karena) ada pameran seperti ini,” kata Imam. 

Selama pameran berlangsung kebanyakan dari biro perjalanan umrah dan haji ini memang menggelar promo diskon untuk menarik pengunjung dan sosialiasasi biro travel haji dan umrah mereka.

Al Hijaz diketahui membuat promo diskon Rp2 juta. Jika hari-hari biasa, harga perjalanan wisata mereka mulai dibanderol seharga Rp22,5 juta. Di pameran, harganya dipangkas menjadi Rp20,5 juta.

"Kami diskon PP (pergi pulang) untuk menarik pengunjung,” kata Dwi.

Dia melanjutkan, pengunjung selalu menanyakan pelayanan, program, dan harga yang ditawarkan. Mulai dari akomodasi hingga letak hotel dari situs wisata.

"(Mereka bertanya) harganya berapa, pesawat apa, transit tidak, dan jarak hotelnya. Itu yang sering (ditanyakan),” kata dia.

Imam mengatakan pengunjung juga banyak yang bertanya tentang harga, program, dan layanan wisata haji dan umrah mereka. “ Kadang ada juga yang bertanya dari segi harga dan cari yang termurah. Tugas kami di sini adalah mengedukasi mereka,” kata dia.

Jumrah Online | Jumrah.com | Erwin E Ananto

Munas Amphuri Tak Sekadar Pilih Pemimpin Baru

Munas Amphuri Tak Sekadar Pilih Pemimpin Baru
Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia berharap Munas IV tak hanya memilih pemimpi baru tetapi juga jajaran pengurus yang lebih baik. Apalagi dengan industri haji dan umrah yang selalu mengalami perubahan aturan. 

"Pilih jajaran pengurus yang lebih baik bukan sekedar memilih pemimpin baru, karena aturan selalu berubah," jelas dia di Hotel Rancamaya, Bogor, Selasa (1/11).


Untuk periode mendatang Amphuri memiliki garis -garis besar kebijaksanaan organisasi (GBKO) dari 2016 hingga 2019. Di tahun pertama Amphuri akan mengupayakan 17 program kerja. 


Beberapa program kerja prioritas tahun 2016-2017 diantaranya meminta Kemenag dan Pemerintah menolak pengenaan biaya tambahan yang dilakukan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebesar dua ribu riyal terhadap jamaah Indonesia yang pernah melaksanakan ibadah umrah maupun haji.


Kedua, memperjuangkan perubahan UU no 13 tahun 2008 dengan draft yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan untuk kepastian berusaha anggota Amphuri. 


Amphuri juga akan melakukan peninjauan ulang terhadap sistem pendaftaran haji first come first serve dalam bentuk yang kongkrit dan futuristik untuk kepastian berusaha Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).


Selain itu pihaknya juga ingin memastikan bahwa kuota haji khusus dapat diumumkan sejak bulan Rabiul Awal agar seluruh persiapan dan aktifitas haji dapat dilakukan lebih awal dan matang. 


Sedangkan di tahun 2017-2018, Amphuri berupaya agar ada kebijakan terkait mutasi jamaah haji reguler ke jamaah haji khusus. Kedua, terkait haji khusus, Amphuri berharap tidak lagi menggunakan first come first serve


Ketiga, Amphuri ingin ada carter pesawat dan blocking hotel Arab Saudi untuk memudahkan penyelenggaraan haji dan umrah bagi anggota Amphuri.


Selain itu mereka ingin mengupayakan pengembalian seluruh setoran akhir jamaah haji khusus yang diterima PIHK tanpa ada pemotongan baya general service fee oleh Kemenag.


Tahun terakhir 2018-2019, Amphuri berharap seluruh program kerja dua tahun sebelumnya dapat dihasilkan dalam kesepakatan baik dengan pihak pemerintah Indonesia maupun dengan Arab Saudi.

Pihaknya juga berharap Kemenag dapat bersedia mengembalikan hak jamaah berupa bagi hasil atas pengendapan setoran awal sekitar 4000 dollar AS.


Dalam mewujudkan eksistensi Amphuri, seluruh anggota Amphuri diharapkan dapat terus bekerja sama dengan media massa terutama media yang peduli dengan perkembangan dan permasalahan haji dan umrah. 


Sekjen Amphuri Budi Firmansyah mengatakan Munas ke IV ini berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan Amphuri selama ini mendapatkan plakat penghargaan.


Ketua Panitia Munas IV Amphuri Rihan Nurhasan Muzzakar berharap kegiatan ini dapat berjalan dnegan lancar. Siapapun ketua yang terpilih harus didukung bersama oleh seluruh anggota. 


"Kami berharap pengurus baru akan lahirkan terobosan baru dan menjadikan Amphuri lebih baik, meskipun memang ada pepatah tak ada gading yang tak retak," ujar dia.


Richan berharap Munas kali ini mampu memunculkan figur ketua umum yang memiliki kualitas bibit, bebet dan bobot kepemimpinan.*



republika.co.id

Pasar Al-Balad di Kota Tua Jeddah

Pasar Al-Balad di Kota Tua Jeddah
Jeddah merupakan kota tua. Sejarah kota ini bermula dari sebuah desa nelayan kecil di tepi Laut Merah. Desa tersebut kini telah bertransformasi menjadi kota modern, kota terbesar pusat perdagangan kedua setelah Ibu Kota Riyadh.

Pada masa lalu, pelabuhan Jeddah adalah pintu gerbang utama menuju kota suci Makkah. Ketika jamaah haji dari mancanegara berangkat ke Tanah Suci dengan kapal laut, mereka harus singgah dan berlabuh di Kota Jeddah terlebih dahulu.

Jamaah haji kita mengenal kota Jeddah sebagai lokasi favorit untuk berburu berbagai macam oleh-oleh, khususnya kawasan al-Balad. Untuk nantinya dibawa pulang ke Tanah Air. Berbagai jenis barang dijual di sana, mulai dari jam tangan, tas, pakaian, barang elektronik, hingga makanan.
Untuk menggaet konsumen asal Indonesia yakni para jamaah haji, beberapa toko menggunakan nama "Murah" untuk toko mereka. Seperti toko Ali Murah, toko Kurma Murah, toko Sultan Murah, dan sebagainya.

Di samping dikenal sebagai lokasi berbelanja, al-Balad juga menyimpan peninggalan sejarah masa lalu Kota Jeddah. Beberapa bangunan sisa kejayaan di masa lalu masih bisa dilihat di kawasan al-Balad.

Di antara deretan toko yang menjajakan aneka jenis barang, terdapat puluhan bangunan tua dengan dua hingga lima lantai. Usianya diperkirakan puluhan tahun bahkan ada yang mencapai seratus tahun.

Ciri khasnya, bangunan itu berjendela yang memiliki balkon. Jendela itu disebut rawashin. Bahan bakunya terbuat dari kayu berwarna coklat tua dengan ukiran indah. Dari luar, balkon jendela itu tampak seperti kotak kayu dengan ukiran yang indah.

Balkon dan jendela kayu berukir itu tidak hanya berfungsi untuk memperindah gedung, tapi juga untuk membantu mengadang pancaran sinar matahari langsung. Fungsi lainnya adalah menangkap serta mengalirkan embusan udara ke seluruh bagian gedung, sehingga membuat sejuk ruangan pada musim panas.


Bangunan bekas tempat tinggal pada masa lalu itu didirikan berdempetan satu sama lain. Hanya dipisahkan oleh gang sempit selebar satu hingga dua meter. Pada siang hari, deretan gedung dengan gang sempit itu bermanfaat bagaikan pohon rindang menaungi pejalan kaki yang melintas, sehingga terlindung dari sengatan cahaya matahari di bawah bayangannya.

Sebagian ornamen kayu di gedung-gedung tua di kawasan perdagangan itu sudah rusak termakan usia. Ada tiga buah meriam kuno yang dipajang di tengah jalan. Konon, meriam itu digunakan untuk mempertahankan kota Jeddah dari serangan tentara Portugis pada masa lalu.

Sebagian besar bangunan-bangunan tua di al-Balad adalah milik saudagar kaya pada masa lalu. Pada 2014, kawasan ini, dengan koleksi bangunan tuanya, dinobatkan PBB menjadi situs warisan budaya dunia.

Selain berbelanja, tidak ada salahnya mampir sejenak berjalan-jalan melihat kawasan lama di al-Balad. Jamaah haji dapat menyaksikan sejarah masa lalu Kota Jeddah. Mereka juga bisa mengenang bagaimana beratnya perjuangan jamaah haji pada masa lalu, untuk mencapai Kota Suci Makkah.

Dahulu, Umat Islam Indonesia berhaji dengan menumpangi kapal laut. Mereka harus berjuang melawan ombak yang mengancam kapal mereka. Butuh waktu  panjang untuk sampai ke Tanah Suci.

Kita mengenal sejumlah ulama besar asal Tanah Air yang berdakwah di Tanah Suci. Salah satunya adalah Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Dia menjadi imam, khatib, dan guru besar di Masjid al-Haram, sekaligus Mufti Mazhab Syafi'i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.*

Mengapa Islam Lahir di Mekkah?

Mengapa Islam Lahir di Mekah?
Apa alasan yang melatarbelakangi dipilihnya Mekah sebagai tempat munculnya Islam? Padahal ada banyak tempat lain yang tersebar di muka bumi.

Mungkin pertanyaan ini seringkali mengusik di benak? Apa alasan yang melatarbelakangi dipilihnya Mekah sebagai tempat munculnya agama Allah yang disampaikan lewat Rasul? Padahal ada banyak tempat lain yang tersebar di seluruh muka bumi.

Allah Memilih Karena Hikmah

Dalam memilih kedatangan Rasul, tentu saja Allah menentukan sesuai ilmu-Nya dan hikmah-Nya. Karena Allah tersucikan dari tindakan sia-sia. Apalagi hanya untuk main-main.

Allah berfirman,

"Apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu untuk main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (115) Maka Maha Tinggi Allah, Sang Raja al-Haq…" (QS. al-Mukminun: 115-116)

Banyak ketetapan Allah yang sebenarnya makhluk tidak memiliki kepentingan dengan-Nya. Dalam arti, makhluk tahu maupun tidak tahu, sama sekali tidak menambah ketakwaannya kepada Allah. Bisa jadi, pertanyaan yang hanya sebatas 'kepo' untuk sesuatu yang tidak ada kepentingan dengannya, termasuk tindakan kurang beradab.

Karena itulah, kita tidak pernah menjumpai ada sahabat yang mempertanyakan hal ini. Sementara mereka adalah manusia yang paling haus tentang ilmu agama. Dan mereka memiliki guru yang paling istimewa, yaitu Rasulullah SAW.

Tanggung jawab kita, hanyalah bagaimana bisa bertemu Allah dengan selamat. Sementara alasan mengapa Allah mengutus Rasul-Nya dari Mekah, kita serahkan saja kepada Allah yang Maha Tahu.

"Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan." (QS. al-An’am: 124)

Meski begitu, ada sejumlah referensi yang menyebutkan beberapa hikmah besar, yang menjadi alasan mengapa Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad SAW di Mekah.

Ada dua latar belakang pertanyaan semacam ini disampaikan, Pertama, dalam rangka menggugat ketetapan Allah Ta’ala, bertanya dengan latar belakang semacam ini, pernah dilakukan orang musyrikin quraisy.

Allah ceritakan dalam al-Quran,

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَذَا الْقُرْآَنُ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ

Mereka berkata: “Mengapa al-Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?”

Lalu dibantah oleh Allah di lanjutan ayat,

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ

“Apakah mereka yang membagi rahmat dari Rabmu?” (QS. az-Zukhruf: 31-32)

Allah yang menciptakan, Allah yang memiliki, dan Dia yang paling berhak untuk memilih. Dia yang paling berhak menentukan, dimana Allah akan mengutus Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. al-Qashas: 68)

Meskipun, jika Allah berkehendak, Dia mampu untuk mengutus rasul di semua daerah,

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا

“Jika Aku menghendaki, Aku akan mengutus seorang rasul di setiap daerah.” (QS. al-Furqan: 51)

Namun Allah hanya memilih satu tempat untuk posisi munculnya sang utusan-Nya.

Kemudian, pertanyaan yang diajukan orang musyrik, hakekatnya bukan pertanyaan karena menolak tempat. Tapi pertanyaan karena latar belakang menolak kebenaran. Sehingga, andaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus di Yaman, mereka akan mempertanyakan, “Mengapa nabi di utus di Yaman, bukankah masih banyak tempat lainnya?” dan sinonim yang sama juga bisa terjadi ketika beliau diutus di Indonesia sekalipun.

Kedua,
dalam rangka menggali hikmah mengapa Allah memilih Mekah sebagai tempat munculnya islam.

Banyak ketetapan Allah yang sebenarnya makhluk tidak memiliki kepentingan dengannya. Dalam arti, makhluk tahu maupun tidak tahu, sama sekali tidak menambah ketaqwaannya kepada Allah. Bisa jadi, pertanyaan yang hanya sebatas kepo untuk sesuatu yang tidak ada kepentingan dengannya, termasuk tindakan kurang beradab.

Karena itulah, kita tidak pernah menjumpai ada sahabat yang mempertanyakan hal ini. sementara mereka adalah manusia yang paling haus tentang ilmu agama. Dan mereka memiliki guru yang paling istimewa, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanggung jawab kita, bagaimana bisa bertemu Allah dengan selamat. Sementara alasan, mengapa Allah mengutus Rasul-Nya dari Mekah, kita serahkan kepada Allah yang Maha Tahu,

اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ

“Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.” (QS. al-An’am: 124)


Meskipun bisa saja orang mencari hikmah di  balik diutusnya rasul, dengan tujuan untuk menguatkan iman.

Sebagian referensi menyebutkan beberapa hikmah besar, mengapa Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekah,

Pertama, orang mekah dikenal sebagai orang yang ummi, tidak bisa baca tulis. Termasuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri orang yang tidak bisa membaca dan menulis. Sementara kehadiran beliau membawa mukjizat terbesar, yaitu al-Quran. Sehingga, latar belakang beliau akan menepis anggapan bahwa al-Quran ditulis oleh Muhammad dan para sahabatnya.

Kedua, di masa jahiliyah, sudah ada kekuatan besar yang menjadi negara adidaya, romawi dan persia. Sementara jazirah arab jauh di selatan, terpisah dengan gurun mematikan dengan romawi dan persia. Disamping jazirah arab sendiri tidak terlalu bisa diharapkan akan menghasilkan keuntungan dari sisi pertanian, sehingga romawi dan persi tidak ada nafsu untuk menaklukkanya.

Kondisi ini sangat menguntungkan dari sisi tantangan dakwah, karena islam datang di luar wilayah negara adikuasa, sehingga tidak mengalami tantangan dari penguasanya. Dan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibaiat sebagai kepala negara Madinah, beliau berdiri di wilayah yang tidak masuk kekuasaan negara lain.

Ketiga, di kota Mekah ada ka’bah yang merupakan salah satu syiar islam, karena mengunjungi ka’bah bagian dari ajaran Ibrahim. Sehingga kehadiran beliau di Mekah sebagai tahap awal untuk pembersihan masjidil haram dari semua bentuk lambang kesyirikan.

Di samping itu, ka’bah menjadi pusat perhatian masyarakat di jazirah arab. Sehingga memudahkan Rasul untuk mendakwahkan mereka semua ketika mereka datang di kota Mekah.

Allahu a’lam

konsultasisyariah.com